Banjir

Banjir lagi banjir lagi begitu lah celoteh sekelompok masyarakat yang tinggal di sekitar permukiman terkena genangan banjir, bahkan ketika mereka tidak sedang mengalami banjir namun mereka menyaksikan peristiwa banjir di televisi atau media lainnya, maka seketika itu mereka terseruak mendadak sesak napas akibat trauma terhadap banjir, mengapa trauma karena ketika banjir mereka akan merasa kehilangan kesempatan untuk menjalankan roda kehidupan, ketika tidak dapat menjalankan roda kehidupan maka otomatis jaminan kelangsungan hidup di hari-hari mendatang akan terganggu.

walaupun beberapa orang saat ini, menjadikan banjir sebagai berkah, mengapa tidak, ketika banjir, terutama yang mengalami banjirnya hanya selutut, dia dapat menjadikan banjir sebagai alasan untuk tidak masuk kantor, belum lagi akibat banjir yang selutut itu juga memberi peluang untuk mendapatkan bantuan banjir entah dari pemerintah atau kantornya bekerja, lumayan walau hanya satu juta. Yah itu sebuah cerita bagaimana seorang kawan saya yang selalu menjadi korban banjir, namun tetap disikapi dengan penuh optimisme dan kesenangan, seperti juga kelompok anak-anak, menjadikan banjir sebagai kolam renang gratis dan bebas bermain air.

Yang menjadi persoalan dari banjir, saat ini adalah bukan pada bagaimana kita menangani banjir itu, seolah-olah banjir menjadi fokus perhatian sebagai penyebab bencana, dan sebagian dari kita lupa bahwa banjir adalah sebagai akibat dari ulah manusia, banjir disebabkan oleh sikap manusia yang tidak peduli dengan lingkungan; manusia terus mengkonsumsi sumber daya alam dimana tempat air bersemayam dengan tenang, manusia menjarah pohon yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan air, manusia menjadikan sungai-sungai sebagai septik tank raksasa, bantaran sungai sebagai sarana sungai bernapas dijarah untuk tempat tinggal, dan ironisnya air hujan sebagi berkah buat manusia, oleh kita langsung dibuang ke sungai yang mana sungai itu sendiri sudah dijadikan tangki septik dan bak sampah raksasa…… luar biasa sikap manusia seperti itu!!!!.

Mengapa sikap manusia demikian, hal ini disebabkan oleh perilaku kapitalisme masyarakat kita, namun dalam sistem kapitalisme tersebut, masyarakat kita hanya sebagai korban, dalam sistem kapitalisme kita hanya sebagai konsume kita bukan sebagai produsen, artinya apa, bahwa masyarakat kita pada akhirnya  berperilaku konsumtif yang lambat laun akhirnya menjadi masyarakat yang tidak produktif.

Karakter manusia yang tidak produktif adalah manusia-manusia atau masyarakat yang hanya menghabiskan sumber daya alam, tidak pernah berpikir untuk menjaga kelangsungan, melindungi, memelihara, membangun sumbar daya alam. Masyarakat yang hanya ingin memanen akan tetapi tidak ingin menanam, walaupun alam mampu melakukan penyesuaian diri, artinya alam mampu melakukan pemulihan dirinya sendiri, namun akibat jumlah manusia yang semangkin banyak (penduduk dunia sudah mencapai lebih 6 milyar saat ini) dan Negeri ini merupakan negeri yang padat penduduk, terutama di pulau Jawa, pada akhirnya daya dukung alam semangkin tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tinggal di atasnya.

Kunci suksesnya hanyalah satu kata BERUBAH atau PERUBAHAN, bangsa ini harus mau berubah, merubah dari pola pikir yang hanya memanen menjadi menanam, walaupun hasilnya yang akan merasakan adalah generasi mendatang, namun sikap ini yang akan menyelamatkan bumi dari kehancuran, setidaknya kita memperlambat kehancuran, untuk perubahan tentunya tidak mudah.

Lantas perubahan seperti apa yang harus dilakukan ?, setidaknya Nabi Besar Muhammad SAW telah mengajarkan melalui HIJRAH, maka berhijrahlah sebagai sarana perubahan, hijrah dalam arti hijrah pola pikir, hijrah kebiasaan, hijrah berperilaku, dan tinggalkan seluruh pola hidup konsumtif.

mari kita hidup harmonis dengan air, bukan memperlebar konflik ruang hidup manusia dengan air ars.prod 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: