Fenomena Ponari dari Jombang

telaah batu Ponari dari kacamata arsitektur perumahan

oleh : Arief Sabaruddin

Batu Ponari dari Jombang diyakini oleh banyak masyarakat memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, yang konon oleh para medis diyakini bahwa batu itu tidak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan, kesembuhan itu dapat saja dikarenakan oleh faktor sugesti. namun yang menarik dari kacamata peneliti arsitektur perumahan, bahwa kasus Batu Ponari ini tidak terlepas dari faktor kemiskinan, khususnya kemiskinan yang dialami oleh pasien Ponari.

Dua jenis kemiskinan yang diderita oleh para Pasien Ponari, yaitu kemiskinan struktural dan kemiskinan aqidah. Dan boleh diperdebatkan bahwa kemiskinan aqidah lebih banyak disebabkan oleh kemiskinan struktural tadi. Hal ini sejalan dengan Sabda Nabi Besar Muhammad SAW, bahwa kemiskinan itu dekat dengan kekufuran, Nauzubillah minzdaliq.

Bahwa terdapat interaksi antara bentukan arsitektur rumah, perumahan, maupun lingkungan permukiman dimana sebagian besar pasien Ponari tinggal. Lingkungan perumahan dan permukiman yang tidak sehat membawa lingkungan rohani jiwa-jiwa penghuninya yang tidak sehat pula, untuk itu satu langkah awal yang seharusnya ditempuh segera, adalah dengan melakukan perbaikan lingkungan perumahan dan permukiman tempat tinggal dari para pasien Ponari.

Lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat dapat menciptakan suatu masyarakat yang sehat, kesahatan masyarakat dapat menciptakan produktifitas. Tentunya untuk memulalui perbaikan ini, kita dapat memulainya dari Rumah, perlu kiranya segera ditempuh GERAKAN RUMAH SEHAT NASIONAL, agar dapat menciptkan keluarga-keluarga yang sehat, kuat dan produktif, di dalam rumah yang sehat terdapat keluarga yang sehat, dalam keluarga yang sehat terdapat individu-individu yang sehat dan kuat. Kesehatan diperlukan dalam suatu keluarga untuk membina keluarga yang produktif, sehingga persyaratan kesehatan mutlak tersebut merliputi kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, seperti kata Pepatah Yunani “Sit mens sana in corpore sano (a healthy mind in a healthy body)” didalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Salah satu syarat dalam peningkatan produktifitas seorang individu atau bahkan peningkatan produktifitas suatu komunitas, maka syarat utamanya adalah individu atau komunitas tersebut harus sehat terlebih dahulu, sehat dalam arti jasmani maupun rohani.

Kemiskinan telah membawa masyarakat ini pada jaman batu kembali, bagaimana tidak bagaimana semuah keyakinan kita akhirnya harus luluh pada sebuah batu milik Ponari. Di era teknologi nano sebagian bangsa ini masuk dalam ranah jaman batu, dan siapa yang bertanggung jawab terhadap kondisi demikian ? Setiap manusia di hadapan Yang Maha Pencipta akan dimantai pertangung-jawabannya. siapkan kita untuk mempertanggung-jawabkan hal ini.    

Satu Tanggapan to “Fenomena Ponari dari Jombang”

  1. Badzlia R. F Says:

    terima kasih Pak Arief Sabarudin artikel ini membantu dan mempermudah saya untuk penyusunan Skripsi tentang tema kemiskinan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: