Rumah Susun Sederhana Milik

Oleh : ARIEF Sabaruddin

Maraknya pembangunan rumah susun milik saat ini, merupakan sebuah upaya besar dari Pemerintah dalam mengantisipasi pertumbuhan penduduk serta kerusakan lingkungan. Pertumbuhan kebutuhan perumahan berkonsekwensi pada peningkatan kebutuhan akan perumahan, sedangkan kecenderungan saat ini pertumbuhan penduduk lebih pesat di perkotaan, bahkan diindikasikan pada tahun 2010 nanti penduduk perkotaan di Indonesia akan melampaui 50%.

Kota-kota besar di Indonesia saat ini cenderung berkembang melebar kea rah horizontal, pertambahan penduduk senantiasa membutuhkan ruang baru, namun sayangnya bahwa setiap pertambahan ruang baru tersebut selalu mengorbankan lahan-lahan produktif perkotaan, akibatnya konversi lahan terjadi pada daerah-daerah yang pada beberapa periode lalu merupakan daerah pertanian yang subur, dan telah mengalami sentuhan system irigasi yang menghabiskan investasi yang tidak sedikit.

Pertumbuhan penyediaan perumahan di perkotaan tidak secepat pertumbuhan penyediaan perumahan beserta sarana dan prasarana permukiman yang memadai. Makna dan arti memdaia dalam hal ini adalah suatu sarana dan prasarana permukiman yang memungkinkan manusia atau masyarakatnya dapat menjalankan kehidupan dan penghidupan dengan sehat dan produktif. Keadaan ini diperlihatkan pada fenomena dimana tingkat kebutuhan ruang per orang masyarakat perkotaan masih jauh di bawah 9 m2 (Kepmen 403/2002) atau 10 m2 (WHO), dengan penyediaan ruang di bawah standar tersebut, sulit menghasilkan sebuah masyarakat perkotaan yang sehat dan produktif.

Penyediaan perumahan dengan Rumah Susun Sederhana Milik (RUSUNAMI) ini, Pemerintah berekspektasi untuk membangun sebuah masyarakat yang sehat dan produktif, upaya-upaya ini sangat genjarnya dilakukan, juga dibantu dengan tekanan politis berupa sebuah gerakan, yang kita kenal dengan GERAKAN 1000 Tower. Effort yang luar bias itu seyogyanya mendapat dukungan dari seluruh stakeholder.

Namun demikian program 100 tower tersebut masih menyisakan persoalan, berkaitan dengan standar minimal ruang per jiwa, sebagaimana disampaikan di atas. Seperti kita amati pada iklan-iklan RUSUNAMI yang ditawarkan kepada konsumen, luas unit yang ditawarkan antara 18 m2 sampai dengan 30 m2, artinya bila setiap keluarga terdiri dari empat jiwa maka pemenuhan ruang perjiwa berada dibawah standar yang disyaratkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, penulis saat ini sedang melakukan kajian ruang minimal pada rumah susun, berapa luas minimal yang diperlukan, untuk itu komentar berkaitan dengan luasan unit ini, silahkan untuk dikomentari, sebagai bahan masukan, waktunya nanti penulis akan menyampaikan hasilnya dalam WebBlog ini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: