Sistem Pracetak untuk Rumah Susun

Oleh : Arief Sabaruddin

Sistem BOX (Paten a.n. Arief Sabaruddin)

 nps-box-modul-develop-rusun-twinblok-02 

Ide dasar , model disain laci/ lemari

Tolok ukur , efisiensi untuk mendapatkan disain dengan biaya konstruksi murah

Pendekatan disain,

  1. Pemilihan sistem struktur, kombinasikan dengan rangka pada struktur utama, box sebagai pengisi
  2. Pemilihan bahan bangunan dengan menggunakan bahan bangunan non permanen khusunya pada unit hunian box
  3. Metode pelaksanaan, dilakukan dengan cara ban berjalan untuk jumlah unit hunian masal

Saran

  1. perlu diadakan studi perbandingan bahan konstruksi antara struktur beton bertulang dengan baja, yang menyangkut waktu dan biaya
  2. batasan jumlah unit optimum untuk mendapatkan efisiensi

 SISTEM Open Frame

Sistem Struktur Pracetak T-Cap (Paten an. Arief Sabaruddin)

Sistem struktur pada rumah susun modul dirancang untuk menggunakan sistem struktur pracetak dengan komponen-komponennya yang disiapkan secara fabrikasi. Sistem struktur pada rumah susun modul merupakan modul struktur dengan tiga komponen utama, yaitu komponen kolom T, komponen balok, dan komponen plat ditambah dengan sistem join.

Komponen kolom T memiliki ukuran dengan ketebalan 15 cm, tinggi T 60 cm, flans 30 cm kiri dan kanan, sehingga ukuran total bersih adalah 75 x 75, tinggi kolom T adalah 2.40 m, dengan bahan beton yang direncanakan adalah fc’ 30 MPa. Serta baja tulangan pokok BJTD Æ 13 dan tulangan sengkang BJTP Æ 8, dengan ketentuan jarak sesuai BUKU 4 tentang Spesifikasi Teknis Komponen Sistem Struktur Pracetak T-Cap”.

Pada bagaian atas kolom disiapkan lubang stek dengan kedalaman 60 cm untuk kebutuhan join antara kolom-kolom serta balok, bagian kolom bawah terdapat stek dari BJTD Æ 19 dengan panjang stek 1.00 m, dengan perhitungan 40 cm berada dalam balok dan 60 cm masuk kedalam stek kolom yang berada dibawahnya.

Komponen balok dengan dimensi penampang 15 x 40 terdiri dari dua tipe masing masing tipe memiliki dua buah ukuran panjang. Balok tipe pertama berfungsi untuk memikul beban plat lantai sehingga pada bagian atasnya disiapkan kupingan dengan lebar tumpuannya 5 cm kiri kanan sehingga lebar balok bagian atas menjadi 25 cm dan penampang bagian bawah tetap 15 cm, balok tipe ini memiliki kombinasi panjang 5.00 m, 1.50 m, dan 1.20 m. balok tipe dua dengan ukuran sama tetapi tanpa kupingan, tipe ini memiliki ukuran panjang 2.40 m dan 3.00 m untuk balok tepi yang berfungsi sebagai listplat.

Komponen plat lantai merupakan komponen-komponen yang terdiri dari plat dengan sistem dua tumpuan memiliki bentuk trapesium, ketebalan plat 10 cm dengan ukuran luas plat 0.60m x 3.00 m, modul ukuran ini sangat memungkinkan menggunakan ukuran kobinasi dari kelipatannya. Sistem plat memiliki kemungkinan menggunakan komponen pracetak dari produk yang telah jadi.

Sistem join memiliki bentuk T dengan ketebalan tinggi T 25 cm sehingga membentuk kepala yang membesar pada kolomnya, sistem join dengan sistem stek dan cor setempat dengan menggunakan semen grouting dan injection pada hubungan stek, sehingga terhindar dari proses penyusutan pada sistem joinnya.

 Sistem Struktur Pracetak Cakra (Paten a.n. Arief Sabaruddin)

” Tulisan ini sedang di susun ……. “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: