Konsep Desian Rumah Susun Cimahi

oleh : ARIEF Sabaruddin

arsitek dan peneliti perumahan dan permukiman

Kata kunci: Pola pengembangan ruang-ruang mikro sebagai upaya mempertahankan budaya kekeluarga dari  masyarakat Indonesia, dalam bentuk ruang luar dengan skala yang manusiawi 

Pola mesin telah merubah prilaku masyarakat perkotaan di Indonesia umumnya, kecenderungan individualis serta tidak saling mengenal sesama warga sudah menjadi suatu fenomena biasa dilingkungan perkotaan saat ini, padahal keadaan ini bukan lah cerminan dari masyarakat Indoensia seutuhnya, akan tetapi hal ini lebih disebabkan oleh dampak pola penanganan lignkunagn perumahan baik yang direncanakan maupun yang tidak terencana, dalam beberapa hal pendekatan perencanaan kita lebih berkiblat pada konsep-konsep barat/kapitalis, yang tentunga sangat berbeda sekali dengan tututan sebagian besar masyarakat Indonesia yang hampir mencapai 90% penduduknya beragama Islam, belum lagi kota Cimahi atau bahkan lebih spesifik kawasan RW 05 dan RW 15 mendekati 99% beraga Islam, yang memiliki aturan serta pola hidup berbeda dengan negara barat tadi.

Ketidak hati-hatian dalam penyediaan perumahan rupanya penyediaan rumah susun sangat tidak diminati oleh masyarakat selama ini. Dan bila kita meninjau kembali kebelangan, harus disadari bangunan rumah susun selam ini berdiri kokoh tanpa menghiraukan skala manusia, sehingga kejenuhan serta rutinitas dan pola mesin lebih membentuk kejiwaab dari penghuninya.

Sebagi pembanding karya seorang Arsitek besar seperti Le Corbusier pada akhirnya harus melihat kegagalan terhadap perumahan skala besar yang pernah dilakukannya di Perancis dengan konsep Grande Ensemble, yaitu rumah susun dengan skala besar dan sangat tidak menghiraukan skala manusia, yang pada akhirnya pada dekade tahun 1980 mulai menampakkan permasalahan sosial, sehingga pada akhirnya Pemerintah disana harus memenggal sebagian bangunan agar lebih mempertimbangkan skala manusia tadi. Melihat pada pengelaman Perancis diatas maka konsep modul dengan membuat ruang-ruang pada skala mikro serta membentuk komunitas yang lebih kecil dalam satu modul adalah elemen rumah susun yang justru sesuai dengan prilaku masyarakat Indonesia. Konsep ini digali dari pola-pola perdesaan di Indonesia pada umumnya.

Pola-pola perdesaan atau perkotaan justru terbentuk dari pandangan hidup masyarakatnya. Pandangan hidup hidup itu dapat saja berasal dari agama yang dianut, atau agama lain, falsafah, budaya, atau tradisi yang diterima sebelumnya. Dan harus diterima bahwa pandangan hidup masayarakat kita lebih banyak dipengerushi oleh ajaran agama-nya khusunya Islam yang mayoritas, serta beberapa tradisi hindu yang telah mempengaruhi sebelumnya.

Rumusan dari hasil analisis diatas pada akhirnya dapat digambarkan tiplogi perdesaan atau perkampungan kumuh adalah tetap terbentuk ruang-ruang mikro yang menghubungkan beberapa komunitas yang jumlahnya sangat terbatas dan disatukan dalam skala ruang yang lebih besar sebagi pengikat ruang-ruang mikro diatas, hal ini dapat dilihat pada gambaran studi perbandingan antara dari salah satu perdesaan yang cukup padat. Dalam ilustrasi tersebut dapat dilihat ruang-ruang mikro yang bermuara pada ruang yang lebih besar. Serta bandingkan dengan gambar berikutnya yang memperlihat ruang mikro yang bentuk, sususnan, serta penempatanya lebih teratur.

 kampung-01

gambar 01. Pola perkampungan di perdesaan maupun perkampungan kota

kampung-02

gambar 02. Transformasi kampung dalam desian rumah susun sederhana di Cimahi, pembentukan ruang-ruang mikro serta gang-gang yang mengalir menjadikan masyarakat merasa nyaman tinggal di kawasan kampung susun, desian ini disusun pada tahun 2002 dan disertakan dalam lomba desain rumah susun serta masuk nominasi sehingga akhirnya pemerintah mendanai untuk direalisasikan.

4 Tanggapan to “Konsep Desian Rumah Susun Cimahi”

  1. m. sopyan s. radi Says:

    Konsep anda patut direalisasikan, terutama di kelurahan melong kota cimahi yang padat penduduk… saya akan mendukung jika rumah susun dibangun di kel. melong dan lokasi untuk rumah susun sudah ada beberapa lokasi, serta konsep ini bisa dipresentasikan dengan Ir HM Itoc Tochija, MM (walikota cimahi).

    terima kasih

    M. Sopyan S. Radi
    Jl. …. [privacy kami jaga, tanpa mengurangi rasa hormat, kontak person Bapak kami simpan dalam data base, bila diperlukan kami akan menghubungi Bapak, Tk Wasalam Arief Sabaruddin]

  2. Terima kasih Pak Spoyan, kami terus berupaya meyakinkan masyarakat, bahwa melalui pembangunan hunian vertikal di kota-kota seperti Cimahi, Insya Allah akan lebih memberikan kebaikan bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat, dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup. dengan pendekatan ini diharapkan terpenuhi-nya kebutuhan masyarakat maupun lingkungan, sehingga keberlangsungan hidup tetap terjamin baik untuk saat ini maupun untuk generasi penerus kita. PERUBAHAN merupakan kata kunci, dan saya menawarkan pada konsep Cimahi ini, Insya Allah dari hasil studi kami, kawasan seperti ini mampu meningkatkan produktifitasnya (ekonomi bagi penghuni lama, PAD tentunya juga, juga kehidupan generasi muda dan anak-anak yang lebih baik) Hak anak-anak perkotaan akan lebih terwadahi, kasihan khan Pak, kalo anak-anak saat ini tidak bisa bermain bola dengan benar, karena tidak memiliki lapangan, bahkan tempat bermain anak-anak sesederhan sekali pun tidak tersedia, kebetulan saya memiliki koleksi foto-foto anak-anak yang sedang bermain dalam comberan di Cimahi, sedih rasanya melihat generasi penerus kita-kita tidak bisa dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

    Cukup lama saya mencoba konsep seperti, ini “pemberdayaan dalam membangun kawasan perkotaan oleh masyarakat” komentar dan masukan dari Bapak sangat memberikan energi dan kekuatan kepada kami untuk terus berupaya merealisasikan-nya. Insya Allah Pak Sopyan konsep yang kami usuung ini berlandaskan konsep ekonomi kerakyatan melalui penataan kawasan kota (maaf bukan janji seperti yang diusung oleh para calon presiden dan wakil presiden saat ini, tapi ini real studi kami, yang diharapkan dapat berjalan dengan baik)

    Sebagai informasi, kami sudah beberapa kali mempresentasikan konsep ini kepada Bapak Wali Kota Cimahi.

    Terima Kasih Pak Sopyan S. Radi, Insya Allah kami akan menghubungi Bapak bila ada kesempatan untuk mengembangkan pada kawasan Melong, semoga kawasan tempat tinggal Bapak saat ini menjadi kawasan modern yang bermoral dan agamis sehingga tercapai masyarakat yang Madani, Amin amin Ya Rabbal Alamin.

    Wasalam,
    Arief Sabaruddin

  3. david alamsyah Says:

    konsepnya bagus pak. mohon bimbingannya. david alamsyah.

  4. OK TQ, David, prinsipnya saya selalu ingin membimbing kepada siapapun, karena itu yang saya bisa lakukan saat ini, Mudah-mudahan David bisa sukses dalam menyongsong masa depan. Dan ingat kunci sukses adalah selalu menuntaskan setiap pekerjaan, termasuk tugas Studio, harus diusahakan selesai bukan sekedar kesan selesai, OK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: