Pemaknaan Ruang Hunian pada Rusuna

Arief Sabaruddin

Abstrak

Telaah ini menggali proses pemaknaan ruang hunian oleh penghuni pada rumah susun sederhana, yang dilandasi teori proses perubahan perilaku penghuni terhadap lingkungan hunian, sebagai upaya manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Proses tersebut merupakan bentuk adaptasi penghuni rumah susun terhadap keterbatasan ruang yang dikuasainya. Proses pembentukan persepsi ruang dari masyarakat dalam suatu komunitas di rumah susun, telah mengakibatkan pergeseran makna ruang, hal ini disebabkan oleh kontak visual dan brain system yang terjadi pada penghuni. Kondisi sosial ekonomi yang membatasi segala lini kehidupan masyarakat membuat keterbatasan ruang makin hari makin diterima oleh masyarakat sebagai sesuatu yang wajar. Masyarakat kehilangan makna ruang hakiki terhadap ruang private, terutama pada generasi yang tumbuh dan terlahir dari suatu komunitas yang tidak pernah mendapatkan hak ruang-nya. Sehingga masyarakat pada level ekonomi terendah dapat tinggal dalam sebuah gerobak kios dengan ukuran kurang dari dua meter persegi. Telaah ini dilatar-belakangi oleh menguatnya persepsi penerimaan masyarakat akan ruang terbatas sebagai bagian yang standardized (kondisi normal), dengan kata lain terdapat penurunan tingkat kebutuhan ruang pada masyarakat akibat proses kebiasaan yang sangat panjang. Apakah dengan keadaan seperti ini, masyarakat mampu menjalani kehidupan secara wajar atau justru mengakibatkan penurunan kualitas kehidupan yang terus belanjut, hingga akhirnya menciptakan persoalan multi dimensi dari kehidupan masyarakat perkotaan. Telaah ini ditujukan untuk mengenali dinamika pemaknaan ruang serta konsekuensi dari persepsi penghuni tersebut terhadap pola kehidupan dan penghidupan masyarakat di perkotaan, khususnya yang tinggal dalam rumah susun sederhana milik. Akhir telaah ini menunjukkan adanya penurunan kualitas ruang yang diterima masyarakat sebagai sebuah kewajaran dalam kehidupannya, namun akibat langsung dari keadaan tersebut, telah menyebabkan kehidupan masyarakat jauh lebih berat dan penurunan kualitas kehidupan dan penghidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: